Selayang Pandang Penglihatan

Loading...

Kamis, 29 Desember 2011

--(Menolong)--



Mari kita simak dahulu kisah berikut ini:
"seorang anak muda yang sangat miskin bekerja sebagai pengantar makanan untuk membiayai uang kuliahnya. Pada suatu hari, ia sangat bingung karena ia hanya punya uang sepuluh sen saja, padahal ia sangat kelaparan. Ia memberanikan dirinya untuk meminta makan pada tetangganya, tapi ia gugup ketika seorang nyonya rumah membuka pintu. Ia tidak jadi minta makanan. Ia hanya meminta segelas air saja.
Perempuan itu merasa bahwa anak muda itu dalam kesusahan. Ia berikan kepadanya segelas susu. ia minum perlahan-lahan kemudian bertanya, "Berapa?"
"Anda tidak perlu bayar apapun" kata perempuan itu, "Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima apapun buat perbuatan baik."
"Kalau begitu, terimakasih saya yang setulus-tulusnya," katanya. Ketika anak muda itu meninggalkan rumah itu, ia merasa lebih bahagia dan keimanannya kepada Tuhan serta kepercayaannya kepada umat manusia menjadi lebih kuat.
Bertahun-tahun kemudian, nyonya yang baik itu jatuh sakit. Para dokter tidak tahu persis apa penyakit yang dideritanya. Ia dikirim kerumah sakit dan diserahkan kepada dokter muda dulu yang kini menjadi dokter terkenal. Ketika ia mendengar nama kota asal dan seluk beluk pasiennya, matanya bersinar dan mulai menduga-duga siapa pasien itu sebenarnya.
Ia mulai merawatnya dan segera mengenal sang nyonya. Ia bekerja keras untuk menyelamatkan nyawa. Akhirnya, setelah perjuangan yang berat, perempuan itu sembuh.
Dokter itu meminta administrasi rumah sakit untuk menyampaikan kepadanya tagihan untuk disetujui. Ia memperbaiki tagihan itu dan menandatanganinya. Di atas tagihan biaya rumah sakit itu ia menuliskan catatan kecil. Ia kirimkan kembali kepada pasiennya. Perempuan itu tahu ia harus membayar tagihan itu selama sisa usianya. Walaupun ia bahagia karena telah disembuhkan, ia juga kuatir tidak bisa membayarnya. Ia membuka amplop dan terkejut membaca tulisan di atas surat tagihan itu: "Tagihan ini sudah dibayar bertahun-tahun yang lalu dengan segelas susu" -dr Howard.
Air matanya berlinang dan bersyukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada dokter muda itu.
"Belum sempurna keimanan seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
--(H.R. Muslim)--
Menolong adalah prilaku positif yang akan mempererat tali silaturahim, tali persahabatan dan tali persaudaraan. Dengan menolong melahirkan keadaan jiwa yang tenang, nyaman dan tentram. Ini juga sebagai bukti sosialisasi kita dengan yang lainnya. Orang yang suka menolong pasti mendapatkan pertolongan lagi dari orang lain. Begitupun sebaliknya, orang yang tidak suka menolong akan dijauhi orang lain ketika meminta pertolongan.
Bagi seseorang yang punya jiwa penolong, maka ada rasa cinta dan kasih sayangnya yang ingin ia berikan kepada yang lain. Prilakunya ini akan membuat hatinya menjadi rendah hati, respek dan terjaga dari sifat sombong. Orang yang suka menolong namun tetap sombong, berarti jiwanya belum menjadi jiwa penolong. Hanya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang lain.
Disaat ada orang lain atau teman yang membutuhkan pertolongan kita, maka hendaklah menolong dengan ikhlas. Niatkan kita beribadah karena Allah. Jangan mengharapkan imbalan atau balasan dari orang yang kita tolong. Karena itu akan membawa hati kita pada rasa kecewa. Mintalah imbalan kepada sang Kholik yang telah menciptakan kita.
Coba kalian rasakan bagaimana keadaan hati kalian disaat menolong teman atau siapapun dengan hati yang ikhlas? Sangat menyenangkan bukan?
Lalu rasakan pula ketika kita menolong tapi tidak rela atau tidak ikhlas. Apa yang dirasakan hati kalian? Pastinya marah, enek, dan sempit hati kita.
"Apabila kita menginginkan hati yang bahagia, tenang dan tentram, maka ikhlaslah dalam menolong orang lain."
--(Mr. C)--
Insya Allah hatimu akan penuh dengan kegembiraan dan cahaya yang terang benderang. Tapi Mr, kita uda ikhlas menolong teman, tapi dia malah memberikan respon negative, gimana tuh? Tenang saja, tidak usah dipermasalahkan. Justru dengan diperbesarnya masalah itu berarti kita enggak ikhlas. Biarkan hati kita ikhlas, adapun responnya negative, tak mengapa, yang penting kita sudah berniat menolong. Ketika orang lain tidak mau ditolong atau malah memberikan respon enggak baik, biarkan, itu urusan dia, berarti dia enggak tahu diri dan tidak tahu terimakasih. Sabarlah. Ingatlah pada teori 2T, yaitu tabur dan tuai. Siapapun yang menabur hal negative atau kejelekan, maka ia akan menuai hal negative pula. Namun apabila seseorang menanam kebaikan maka baik pulalah yang didapat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar